Dalam dunia ekspor, memiliki website bisnis sudah menjadi kebutuhan penting. Website tidak hanya berfungsi sebagai katalog produk, tetapi juga sebagai media promosi dan alat untuk membangun kepercayaan calon pembeli internasional.
Bagi eksportir yang ingin menjangkau pasar global, website dapat menjadi pintu masuk utama. Dengan website yang rapi dan profesional, brand kamu akan terlihat lebih kredibel di mata calon klien.
Menurut Wikipedia, website adalah sekumpulan halaman yang saling terhubung dan dapat diakses melalui internet. Dalam konteks ekspor, website bisa difungsikan layaknya toko online yang siap diakses 24 jam oleh buyer dari berbagai negara.
Ada beberapa alasan utama mengapa eksportir sebaiknya memiliki website:
Calon pembeli akan lebih yakin bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki website resmi. Dibandingkan hanya menggunakan media sosial, website membuat bisnis terlihat lebih serius dan profesional.
Website bekerja tanpa henti selama server aktif. Artinya, produk ekspor kamu bisa dilihat calon buyer kapan saja, bahkan saat kamu sedang tidak online.
Dengan website, target pasar tidak terbatas hanya di dalam negeri. Siapa pun dari luar negeri bisa mengakses produkmu dengan mudah, terutama jika website menggunakan hosting internasional.
Membuat website ekspor sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuat toko online. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:
Domain adalah identitas bisnis di dunia digital. Misalnya, jika kamu mengekspor kopi, pilih domain yang mengandung kata “kopi” agar mudah diingat, contohnya: kopiindonesia.com. Ekstensi .com disarankan karena sifatnya universal (sumber).
Hosting adalah tempat penyimpanan file website agar bisa diakses online. Pilih hosting yang stabil dan cepat. Pastikan penyedia hosting memiliki reputasi baik agar website tidak sering down.
Sediakan halaman khusus yang menampilkan produk ekspor lengkap dengan deskripsi, foto, dan spesifikasi. Hal ini memudahkan calon pembeli untuk mengenal produk sebelum melakukan pemesanan.
Layaknya toko online, website ekspor juga perlu halaman checkout. Tambahkan berbagai metode pembayaran seperti transfer bank, e-wallet, hingga kartu kredit agar buyer lebih mudah bertransaksi.
Analytics membantu melacak data pengunjung, termasuk lokasi, perilaku, dan jumlah kunjungan. Data ini penting untuk strategi pemasaran ekspor yang lebih tepat sasaran.
Search Console membantu website terindeks di mesin pencari Google. Dengan optimasi SEO yang tepat, peluang produk ekspor tampil di halaman pertama Google akan semakin besar.
Karena target pasar adalah internasional, sebaiknya gunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama website. Alternatifnya, tambahkan fitur multi-bahasa agar bisa menjangkau buyer dari negara tertentu.
Apakah website ekspor bisa menggunakan bahasa Indonesia? Bisa saja, tetapi untuk menjangkau pasar global, sebaiknya gunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
Warna apa yang cocok untuk website ekspor? Tidak ada aturan baku. Gunakan kombinasi warna yang nyaman dilihat dan mencerminkan identitas brand.
Lebih baik menggunakan Cloud Hosting atau VPS? Keduanya bisa dipilih sesuai kebutuhan dan anggaran. Cloud hosting cukup untuk pemula, sedangkan VPS lebih cocok untuk bisnis dengan trafik besar.
Website adalah salah satu investasi terbaik untuk eksportir yang ingin menjangkau pasar global. Dengan domain yang tepat, hosting berkualitas, halaman produk yang jelas, serta dukungan tools seperti Google Analytics dan Search Console, peluang mendapatkan buyer dari luar negeri akan semakin besar.
Bagi kamu yang baru memulai bisnis ekspor, jangan lupa kunjungi Webekspor.com untuk mendapatkan informasi, tips, dan solusi terbaik dalam pengembangan bisnis ekspor.