Permintaan durian Indonesia di pasar internasional terus meningkat, namun tidak sedikit pelaku usaha yang gagal di tahap awal. Kesalahan para eksportir durian pemula umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman tentang regulasi, standar mutu, dan strategi pemasaran global. Akibatnya, banyak pengiriman tertahan, ditolak, atau bahkan merugi sebelum bisnis berkembang.
Artikel ini membahas secara lengkap berbagai kesalahan umum eksportir durian pemula serta bagaimana cara menghindarinya agar proses ekspor berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.
Durian merupakan buah tropis bernilai ekonomi tinggi yang banyak diperdagangkan di kawasan Asia. Dalam penjelasan mengenai durian sebagai komoditas perdagangan internasional, disebutkan bahwa permintaan durian terus meningkat seiring pertumbuhan pasar Asia Timur dan Asia Tenggara.
Namun, tingginya permintaan tidak berarti ekspor bisa dilakukan tanpa persiapan. Berdasarkan laporan Food and Agriculture Organization (FAO), banyak negara tujuan ekspor menerapkan standar ketat untuk produk pertanian segar, termasuk durian.
Kesalahan paling umum eksportir durian pemula adalah menganggap aturan ekspor semua negara sama. Padahal, setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait:
Akibatnya, durian bisa tertahan di pelabuhan atau bahkan ditolak. Informasi resmi mengenai ketentuan ekspor seharusnya selalu merujuk pada sumber pemerintah seperti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Banyak eksportir pemula terlalu fokus mencari buyer, tetapi lupa menyiapkan standar mutu produk. Durian termasuk produk hortikultura yang wajib melalui pemeriksaan karantina.
Kesalahan yang sering terjadi:
Padahal, proses ini diawasi langsung oleh Badan Karantina dan menjadi bagian penting dari prosedur ekspor yang juga melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Kesalahan administratif sering menjadi penyebab utama kegagalan ekspor. Eksportir durian pemula kerap menganggap dokumen hanya formalitas, padahal ini aspek krusial.
Dokumen yang sering bermasalah:
Kesalahan kecil pada dokumen bisa berdampak besar pada keterlambatan dan biaya tambahan.
Durian merupakan produk sensitif terhadap suhu dan waktu. Banyak eksportir pemula belum memahami perbedaan pengiriman:
Kesalahan dalam memilih metode pengemasan dan container dapat menyebabkan kerusakan produk sebelum sampai ke buyer. Inilah alasan mengapa pemahaman teknis logistik menjadi sangat penting dalam ekspor durian.
Marketplace B2B memang membantu, tetapi terlalu bergantung pada platform pihak ketiga adalah kesalahan umum eksportir pemula. Dampaknya:
Banyak buyer internasional justru lebih percaya pada supplier yang memiliki website resmi dan identitas bisnis yang jelas.
Ini adalah kesalahan fatal yang sering diremehkan. Tanpa website, eksportir terlihat tidak siap secara profesional. Buyer internasional hampir selalu melakukan riset online sebelum menghubungi supplier.
Website membantu:
Melalui jasa pembuatan website ekspor dari Web Ekspor, eksportir durian pemula dapat memiliki website yang dirancang khusus untuk pasar global dan kebutuhan SEO internasional.
Eksportir pemula sering kali belum terbiasa dengan:
Padahal, komunikasi merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan. Standar komunikasi perdagangan internasional juga sejalan dengan pedoman yang dijelaskan oleh World Trade Organization (WTO).
Beberapa langkah sederhana namun penting:
Dengan pendekatan yang tepat, kesalahan-kesalahan di atas bisa dihindari.
Kesalahan para eksportir durian pemula umumnya terjadi karena kurangnya persiapan, baik dari sisi regulasi, kualitas produk, maupun strategi pemasaran. Padahal, potensi ekspor durian Indonesia sangat besar jika dikelola secara profesional.
Dengan pemahaman yang benar dan dukungan strategi digital seperti website ekspor profesional bersama Web Ekspor, eksportir durian pemula dapat menghindari kesalahan umum dan membangun bisnis ekspor yang berkelanjutan.